Jumat, 11 April 2008

"Ku sediakan telingaku"

Sabtu, 12 April 2008
Bubaran KBM , untuk beberapa anak hari ini adalah yang mereka tunggu. Tika, Irin, Shofi, Ifa, Miftah, Ais,Icha dan Farah. Sedikit tegang wajah mereka, tapi kulihat ada yang lebih tegang... Ayah dan Bunda mereka. "Tes kenaikan jilid Qiroati"..., bukan "Tes kenaikan pangkat"..., tapi bagi mereka ini juga tak kalah pentingnya untuk kehidupan mereka kelak.Didampingi ortunya masing-masing di sebelah mereka. Aku jadi teringat "Mamamia", acara di sebuah televisi yang saat ini lagi "ngetrend-ngetrendnya".
Seringkali Mama juga ikut mengingatkan bacaan anak-anaknya yang salah. Al Hamdulillah... inilah saatnya orang tua juga harus memperhatikan keberhasilan belajar sang anak, bahkan sampai pelajaran Al Qur'an. Tidak seperti waktu kecilku dulu, pertama diantarkan ke rumah seorang Ustadz " dipasrahkan"...(bongko'an lagi) sampai beberapa tahun, ...tahu...tahu anaknya sudah hatam.
Kembali pada Tes Qiroati "Ala Insan Kamil" ....
Orang tua akan serentak kontak Dewan Asatidz kalo anaknya kok lama...nggak maju tes. Sebuah perhatian yang luar biasa, meskipun kadang orang tua tidak mau tahu kekurangan anaknya apa? (pelafalan huruf? mengingat huruf? konsentrasi rendah ? atau yang lain...?)yang kadang membuat Asatidz "mumet" mikir gimana caranya.
Hari ini aku harus menyediakan telingaku dan perhatianku pada "Delapan muslimah kecil" di hadapanku. Satu persatu...halaman perhalaman mereka baca dengan baik dan lancar, meskipun terkadang masih saja ada yang "keselip", kurang panjangnya, kurang dengungnya, kurang fasih hurufnya. Tapi...ya itulah anak-anak. Ditutup dengan hafalan surat pendek dn tashdiq, selesailah tes hari ini. Kubacakan satu-satu koreksi kekurangan mereka. Akhirnya aku mengambi keputusan kalo mereka berdelapan bisa melanjutkan ke jilid berikutnya. Pasti dengan dua syarat yang selalu aku berikan kepeda murid-muridku,"muroja'ah setiap ba'da sholat maghrib dan disiplin, tertib pada jam Al Qur'an. Sontak mereka berenambelas "dengan ortunya" mengucapa Hamdalah bersamaan, meskipun tanpa komando dibaca bersama.
Bias wajah dan nafas kelegaan aku perhatikan, ...
Ya Allah...Hari ini kusediakan telingaku untuk menyimak firman-firman Mu dibaca kedelapan muridku,...Sudilah kiranya Engkau menyedikan "pendengaran Mu" untuk do'a kedelapan muridku untukku...., Amiin.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

amien..

subhanallah...

ustadzah, keep writing yaa..
i like to read your writing


-dari muridmu :)-