Jumat, 18 Juli 2008

Laskar Nirwana Beraksi

Liburan...hampir saja usai, persiapan-persiapan menyambut mujahid-mujahid kecil kami terus kami lakukan. Ada saja ide-ide cemerlang dari teman-teman "Laskar Nirwana" (julukan baru buat kami). Kita bikin kejutan-kejutan kecil yang bikin mereka "Jatuh cinta di pandangan pertama kita". Pulang sampai sore-sore, mudah-mudahan ini adalah ladang amal kita menuju Nirwana, Amiin.

Kami ingin membuat mereka nyaman dan enjoy berada di lingkungan sekolah, bukan sebuah lingkungan yang menakutkan dan menyeramkan. Seperti banyak diceritakan wali-wali murid kita yang "tidak jadi menyekolahkan" anak-anaknya disekolah lain. Masuk pintu gerbang sudah diteriaki gurunya lewat pengeras suara, soal tes yang banyak dan mbulet kayak soal ujian.

Super Class, istilah untuk kelas satu sekarang, dengan jumlah siswa 15 anak perkelas, sungguh sebuah kelas yang ideal dan mudah-mudahan optimal.


Senin, 16 Juni 2008

SEANDAINYA............

Malam ini....aku ingin menikmati kesempatan yang sudah lama kuinginkan. Kubiarkan tangan ini menulusurinya....kubiarkan anganku...terus melayang dan berandai-andai. Seandainya...aku bisa memilikinya....seandainya aku bisa terus membawanya kemanapun aku pergi.....seandainya Allah memberikan kemudahan untukku memilikinya....seandainya dia menjadi milikku... takkan kubiarkan sekejap saja cerita dan ideku mengalir tanpa kuukir dengannya... terus saja tanganku menjelajahinya....mataku menikmatinya, Oh sungguh berbeda ketika ku lihat yang lain, bening.... 

Banyak teman-teman juga kesengsem ingin memilikinya.... Ust. Agus, Ust Eva, apalagi.... tapi tak apalah....yang penting malam ini aku harus gunakan sebaik-baiknya, kulewati detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, bersamanya... hanya bersamanya.

Eit..... jangan ngeres dulu.... Ini lho yang kumaksud, sebuah benda yang canggih, bentuknya ramping, gampang untuk menuangkan ide dalam bentuk tulisan ataupun gambar, untuk seorang penulis dia bisa menjadi teman "istimewa" .... ya "laptop" (tulisannya benar nggak yah?...)

Malam ini Omnya anak-anak baik hati meminjami aku laptop, padahal... dia sendiri sibuk dengan alat ini. Diajari cara pakainya,..Eh...ternyata beda lho...keybordnya lunak sekali, sekali pantul aja...yap, beda dengan komputer second ku...,yang bunyinya cethak...cethak....(tapi Alhamdulillah jelek-jelek punya sendiri). Layarnya yang begitu bening dan jelas... Oh merasa nyaman berada di depannya meskipun dalam waktu yang panjang.

Aku jadi ingat Ust. Eva....Ust....Jenengan bisa jadi penulis seperti Neno Warisman lho...dengan buku-buku tentang kisahnya mendidik anak-anaknya, tulisannya sederhana tapi bisa menjadi inspirasi bagi ibu-ibu muslimah, tapi bagaimana harus mulai menulis... malas, sibuk, kadang ide muncul di waktu dan tempat yang tidak seharusnya (...sebetulnya hanya alasan...orang yang malas menulis )

Tapi malam ini..., aku merasa telah menjadi penulis beneran di depan alat ini..., ya...mungkin karena obsesi yang kuat sekali...he....he....he, meskipun aku masih mengetik dengan sebelas jariku, yang juga masih belum hafal letak hurufnya, tanganku juga masih kaku menggunakan pengganti moustnya....ih....pokoknya memalukan deh...norak dan katrok...kata thukul.

Terus berandai....dan bermimpi .... sampai kantuk mendatangiku. Butuh stimulan untuk selalu menulis, butuh latihan, dan aku akan terus berusaha.... dan berusaha memilikinya. Amiin

TOKO KECILKU

Hari ini anak-anak sedang evaluasi, aku tidak masuk kelas, kusempatkan buka blog, lama nggak nambah tulisannya. Tapi sebelumnya wajib aku mampir dulu ke blog sahabatku "selalu riang", pasti ada yang baru.

Yap... benar sekali..., ghiroh menulisnya luar biasa..., tapi e...e... namaku kok disebut-sebut...ditangannya sebuah kisah sederhana jadi luar biasa, di tangannya cerita biasa jadi istimewa, sungguh karunia Allah yang luar biasa. Dan dari Dia aku mengenal e-mail, blog, Syukron ukhti...biar aku nggak jadi ustadzah "gaptek"

Terus kuikuti blognya...,ada yang menarik di sana...sebuah foto, seorang bapak yang dia ceritakan dan yang dia sanjung dalam tulisannya, tapi ... siapa gadis di sebelahnya ?...oh...ternyata si"mbarep"yang lagi digadhang cucu darinya

Dari ceritanya, aku teringat Ayahku dan masa-masa menjelang pensiunnya (Beliau seorang pegawai di Kodya Surabaya). Beliau rancang dan Beliau wujudkan dengan istri tercintanya, hasilnya sebuah toko kecil di depan rumahku. Ummiku yang seorang aktifis dan wiraswastawan seperti mendapat tambahan energi dari sang Ayah. Tidak ada keluhan...menghadapi masa pensiunnya, Ayahku bersemangat sekali seperti menyongsong hari-hari istimewanya. Dari "toko kecil" kami itulah aku banyak belajar. Belajar...bagaimana harus bekerja keras (toko kami pasti buka paling pagi "ba'da shubuh) untuk menyambut rizki yang sudah Allah sediakan, belajar...bagaimana harus bersabar ketika pendapatan toko mengalami penurunan, belajar...bagaimana harus ramah kepada pembeli karena mereka ibarat raja di toko kami, belajar... kreatif dan inovatif supaya toko kami ramai dikunjungi pembeli, belajar... bagaimana harus jujur dalam takaran dan timbangan, belaja... bagaimana harus konsekuen dengan perintah zakat. Subhaanallah...."toko kecilku" banyak memberikan pembelajaran bagiku bagaimana menghadapi dan menghargai kehidupan, selain juga memberikan tambahan finansial yang sangat berarti bagi kami enam bersaudara.

Aku dan "toko kecilku" mengiringi perjalanan kami sekeluarga, semua putra-putri ayahku menikah...sampai saat itu datang. Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Roji'un... Ummiku tercinta meninggal dengan penyakitn yang tanpa diketahui sebelumnya telah menyertai Beliau menjemput ajalnya. Sekelebat.... bayang-bayang Beliau menyertaiku. Aku rindu Mi....satu setengah tahun Beliau meninggalkan kami....tak kuasa air mata ini aku tahan....Aku rindu Mi....terngiang pesan Beliau "jadilah orang yang bermanfaat, pesan itu selalu beliau bisikkan kepada kami putra-putrinya dan menantu-menantunya. Tak terasa terus air mataku mengalir....sampai anak-anak terheran-heran melihatku...Ustadzah menulisnya kok sambil menangis....biarlah nak...engkau masih belum tahu rasanya kehilangan, apalagi seorang ibu. Tiada lagi doa-doanya yang selalu kita inginkan, tiada lagi pelukan hangatnya yang bisa menghilangkan keresahan, perhatian manjanya....kenangan yang begitu indah... maaf aku tidak bisa lagi melanjutkan cerita tentang beliau...

Kembali lagi ke "toko kecilku", kini Ayahku tetap sibuk mengurusnya, selain organisasi dan ta'lim untuk menghabiskan hari tuanya, sekiranya Ayahku bahagia dan cukup, "ora usah mikir Ayah, cukup hasile toko lan duit pensiunan", kadang justru Ayahku yang ngasih aku dan cucu-cucunya uang saku kalo aku berkunjung ke rumah Beliau di Surabaya.

Mudah-mudahan Beliau bisa bahagia di hari tuanya, tanpa membebani anak-anaknya, tanpa didampingi lagi istri tercinta, Aku sebagai anak ... kebahagian apa lagi yang aku berikan kepada Ayahku selain bisa menjalani hidup dengan baik dan bisa membuat Beliau bangga. Allahumma Thowwil Umurohu wa Barik fi Umrihi...Amiin.


Kamis, 22 Mei 2008

B L T

Bantuan Langsung tunai, yang lagi ditunggu-tunggu orang-orang yang merasa berhak
mendapatkannya. Sebuah program pemerintah, yang sekilas memang ingin meringankan penderitaan kaum dluafa'. Tapi lagi-lagi karena sebuah sistem yang kurang pas, bantuan ini sampai di tangan mereka tidak dalam keadaan "utuh". Dan lebih parahnya lagi... uang yang akan mereka dapatkan ini sudah ditunggu oleh kebutuhan-kebutuhan yang harus segera dipenuhi.

Banyak mereka ditanya tentang " Dipakai apakah uang yang mereka dapatkan nanti? ", bayar sekolah, bayar tagihan listrik, bayar hutang, atau kebutuhan lainnya. Tidak ada di antara mereka yang menjawab " dipakai untuk mulai buka usaha, atau modal untukmenambah nafkah". Saya dan beberapa orang teman yang memperbincangkan masalah ini di masjid Insan Kamil "masjid paling sejuk seTuban yang bikin orang betah di sana (ta'lim, jagongan, apalagi tiduran ya.....) Akhi Us.Tholib, mengambil kesimpulan... "Itu artinya Us...Untuk biaya hidup saja mereka kesulitan apalagi untuk modal usaha, yang terpenting bauat mereka adalah kebutuhan hidup terpenuhi dulu.


Tapi..., saya punya kesimpulan lain : " Itu artinya mereka tidak mempunyai daya cipta dan daya karsa, bagaimana caranya supaya kebutuhan hidup mereka "nantinya" akan terpenuhi. Ironis sekali... negara ini yang katanya kaya, tapi angka kemiskinan terus bertambah. Tapi kemungkinan yang lain juga karena pendidikan kita yang hancur.

Life skill yang rendah, mungkinkah menghasilkan manusia yang terampil? Lewat Insan Kamil ini, bersama kita wujudkan generasi yang tangguh menghadapi tantangan zaman.

Minggu, 18 Mei 2008

Temanku...seumur ayahku

Kesempatan belajarku yang tertunda, kukejar saat ini, meskipun lelah... tapi aku harus mampu dan mau. yap...sebuah konsekuensi yang harus aku hadapi. Liburan hari ahad tidak bisa lagi aku nikmati, meskipun sore harinya wajib bagiku untuk meluangkan waktuku, sekedar jalan-jalan dengan kedua buah hatiku. Anak-anak yang hebat pasti merengek minta jalan-jalan. Jalan-jalan yang murah ... paling-paling hanya ke alun-alun kebanggaan Tuban, sambil membawa bekal dan bola, kesempatan yang berarti buatku...bermain-main dan bercanda, permintaan yang tidak neko-neko.
Kembali ke kegiatan belajarku. Benar kata Rosulullah " Belajar dari buaian sampai liang lahat". Aku bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah. Ingat hal itu.... aku jadi ingat temanku sekelas, seorang bapak-bapak atau lebih pas lagi seorang kakek-kakek. Umurnya seumur Ayahku (perkiraanku 65 tahun). Aku kadang sering melihat beliau sosok yang mengingatkanku pada ayahku tersayang, yang sudah "sepuh" karena bertambahnya usia.
Benar-benar beliau punya semangat yang luar biasa, tidak pernah absen, padahal rumah beliau sangat jauh...daerah montong. Subhanallah...beliau menjadi pemantik semangatku. Aku yang masih muda (dibanding beliau lho....?), masak males-malesan, malu deh rasanya.
Walhasil....meskipun capek, meskipun harus kehilangan hari liburku...La Ba'sa
yang penting aku dapat ilmu dan pengalaman buat hidupku.

Sabtu, 17 Mei 2008

Ro'... Ro'... Ro'.....

Ketika seseorang mendapat amanah dari Allah dan manusia, maka ikhtiar pertama yang harus dia lakukan adalah mewujudkan amanah tersebut, bagaimana daya upayanya agar amanah itu bisa terwujud. Manusia punya keterbatasan, tetap yang paling utama kita tuju adalah Allah dan pertolongannya, supaya memberikan kemudahan pada daya dan upaya kita.
Aku adalah seorang guru (Al Qur'an) yang diberi amanah oleh para orang tua siswa, bagaimana anak-anak mereka bisa membaca Al Qur'an, meskipun sebetulnya tidak hanya pada membaca saja, generasi Qur'ani, itulah keinginan mereka.
Berawal dari membaca, mereka akan cinta pada Al Qur'an. Tapi ada hal yang mengganjal sehubungan dengan amanahku ini, banyak anak-anak yang belajar baca Qur'an mengalami kesulitan pada pelafalan. Aku kadang-kadang berupaya semampuku...
Dulu aku pernah menangani anak cadel "R", tapi setelah aku teliti dan aku dengarkan ... ternyata dia masih punya getar "R", maka aku simpulkan bahwa dia tidak cadel bawaan, setelah aku kroscekkan denga bundanya, ternyata benar... ini juga karena kesalahan orang tua ketika "mbelajari" anaknya berbicara dengan logat"pelat-pelatan". Setelah itu ... aku dengan segala cara dan tetap mengharap pertolongan Allah melatih anak ini melafalkan "RO' " dengan benar. hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan demi bulan...Dan... di luar kemampuanku...Subhanallah... anak ini dengan jelas dan fasih mengucapkan Ro' ... Ro'... sepertinya aku tidak percaya pada telingaku, berkali-kali anak ini mengucapkan Ro'...Ro'... Ro'... rupanya dia juga sangat senang, karena kekurangannya inilah dia sering diejek teman-temanya 'Pelat...pelat...pelat", sebuah perjuangan... hal kecil yang mampu mendongkrak kepercayaan dirinya menjadi lebih kuat.
Masih banyak anak-anakku yang mempunyai masalah-masalah seperti ini, barangkali kalau pengunjung blog saya menaruh simpati pada saya, mohon berikan informasi kepada saya tentang hal-hal atau buku - buku yang harus saya baca dan saya pelajari. Saya tetap yakin "Nashrun minallah - pertolongan itu hanyalah dari Allah "

Jumat, 16 Mei 2008

Terpana dengan ayat-ayat......

Booming film ayat-ayat cinta dan fenomenanya. Juga pada anak-anak, sedikit-sedikit mereka bilang "La' - La' ". Mereka dengan malu-malu pasti bilang itu kan yang ada dalam film ayat-ayat cinta. Ustadzah..., "Suwaiyah" itu apa us ? lagi-lagi yang mereka tanyakan pasti terinspirasi dari film itu. Sebegitu dahsyatnya fenomenanya. Atau kadang akhwat-akhwat kecil yang lucu-lucu dan menggemaskan pasti berlagak menjadi Aisyah dengan menggunakan cadar seadanya, kadang dari jilbab mereka, mukena mereka atau dari apalah... yang bisa mereka gunakan untuk menutupi sebagian wajah mereka. Subahaanallah...meskipun mereka masih belum faham betul tentang isi dan makna dari film tersebut.
Seiring dengan berjalannya fenomena film ini, bagiku itu tidaklah sepadan dibandingkan dengan fenomena yang setiap hari aku lalui dengan mujahid-mujahid kecilku. Ketika mereka membaca Al Qur'an, ada saja yang mereka tanyakan, entah karena mereka mengenal kata-katanya. Ketika kita membaca surat Al An'am, mereka banyak menemukan kosa kata " Qomarun, Syamsun, Ibrohim", pasti dengan semangat mereka akan mengartikan penggalan kata-katanya. Us... ini apa toh artinya? kok ada nama Nabi Ibrohim, kok ada Syamsun...itu kan artinya matahari ya..? kok ada Qomarun...itu kan artinya bulan ? apa hubungannya...? Mereka yang sudah pernah dengar cerita Nabi Ibrohim akan menebak...Oh...itu ceritanya Nabi Ibrahim yang sedang mencari Tuhan kan...?.
Al Hamdulillah...dalam hati aku harus bersyukur ya Allah... di tengah-tengah merebaknya fenomena ayat-ayat cinta, subhanallah ... ternyata mujahid-mujahid kecilku masih sanggup terpana dengan ayat-ayatmu. Luar biasa...tajamkanlah hati dan pikiran mereka untuk selalu menemukan kedahsyatan ayat-ayatmu. Dan tambahkanlah untukku ilmu...supaya aku dapat mendampingi mereka yang akan selalu terpana dengan ayat-ayatmu.